Hati yang merinai Melukiskan diri dalam guratan kata tentang sebuah rasa yang membelenggu makna
Rabu, 17 Agustus 2011

Jampe Cinta

Sir gobang gosir pletak pletok kuek kuek..
Dengarlah kau yang sedang berada disana
Aku kan taklukkan kau dengan mantra ini
Mantra yang kupelajari dari gunung tak berbukit
Dari seorang guru yang bersahabat dengan penyakit
Sir gobang gosir pletak pletok kuek kuek..
Dengarlah lafadz mantraku ini
Aku jamin kau akan jatuh hati kepadaku
Tanpa ragu dan akan langsung mencintaiku
Sir gobang gosir pletak pletok kuek kuek..

Surat Buat Dinda

Dinda..
Apa kabarmu disana
Kekasih hati yang kini menghilang jauh dari mimpi
Dambaan jiwa yang tak bisa lagi kudamba
Dinda..
Dimana dirimu kini
Apa kau tahu dirimu kurindu
Apa kau mengerti betapa aku kehilanganmu
Apa kau pahami ada arti yang meredup tanpamu

Selasa, 16 Agustus 2011

Memerdekakan Merdeka

66 tahun..
Itulah usia Bangsa ini
Sebuah bangsa merdeka
Dengan garuda sebagai simbolnya
66 tahun..
Banyak hal yang telah terjadi
Penjajahan
Perang
Tapi..
Sudahkah kita merdeka??
Sementara banyak Rakyat yang masih bertarung dengan kemiskinan
Sudahkah kita bebas dari penjajahan??
Sementara banyak saudara kita yang tak terjamah pendidikan
Kalau begitu..
Apalah makna merdeka yang sesungguhnya
Jika Bangsa ini masih tak bisa memerdekakan rakyatnya
Apakah Pancasila hanya sekedar simbol yang usang
Apakah Proklamasi diproklamirkan hanya sebagai pemanis sejarah
Senin, 15 Agustus 2011

TENTANG DIA

Ada sesuatu tentang dia
Yang tak kumengerti hingga kini
Aku mengenalnya
Maya..
Tapi aku juga tak mengenalnya
Nyata..




Dia..
Begitu dekat kurasa
Seakan duniaku adalah dunianya
Seakan nafasku adalah nafasnya
Aku merasa begitu mengenalnya
Jumat, 12 Agustus 2011

JANJI BISU

Angin bertiup semilir
Di tengah hujan yg deras mengalir
Derasnya mengukuhkan hatiku dalam getir
Ucapmu..
Cinta itu Aku
Janjimu..
Cuma ada kamu
Kini..
Ketika segalanya pergi
Kau membuatku tiada berarti
Janji yg dulu sempat terpatri
Sekarang hanya rasa yg terpuruk mati
Kamis, 11 Agustus 2011

RINDU SEBOTOL KECAP

Menggetar tanyaku dalam balutan waktu
Apakah ia dapat menjawabnya??
Terkikis tawaku dalam kiasan pilu
Bisakah ia merasakannya??
Rindu ini pilu
Pilu sebatas ambigu
Ambigu dalam ragu
Ragu terikat sendu
Hati ini seakan tersesat
Rabu, 10 Agustus 2011

SEMU

Aku bukanlah RAMA yang hidup dalam dunia DRAMA
Yang dapat membuat shinta TERKESIMA
Dan merindukanku seperti malam akan PURNAMA
Aku hanyalah serangkul maya di alam FANA
Hadirku pun bukanlah sapta PESONA yang pancarkan kemilau WARNA

SEBELAH HATI

Menyambut siang dalam kelamnya
Tawaku hilang ditelan malam
Kucoba ketuk hati sang rembulan
Tapi tak jua kutemukan jawaban
Perasaan ini seakan mengerucut
Awan hitam pun datang berupa kalut
Menutup hati dalam kemelut
Lalu menggumpal dalam rasa takut
Keluhku seakan berhamburan dalam dekapan sepi
Senyumku terasa tiada tergerus erosi diri
Hanya kebisuan yg selalu menemani
Hanya kebekuan yg terlanjur menutupi

Risalah Hati

Langit di pagi buta
Tetes embun yg membasahi
Derai angin pun ikut menemani
Seakan mengajakku bergurau dalam sepi
Angin....
Sampaikan padanya
Aku rindu berada di alam peluknya
Embun....
Salamkan padanya
Setetes rindu yang menggumpal
Bahwa aku rindu berada di hatinya

MATI RASA

Apa kau dengar...
Senandung hati melagukan perih
Nyanyian jiwa teriakkan lara
Melodi kalbu terbungkus duka
Apa kau rasa..
Cintaku terlalu besar
Menutupi bingkai rindumu
Mengeringkan embun kasihmu
Membuatmu merasa terpendam

Banyu Biru

Berbisik raja kelana
Akan indah sebuah nirwana
Memancarkan sejuta pesona
Berbingkaikan kemilau warna
Beratapkan langit malam
Warnamu indah dalam temaram
Bermandikan cahaya bulan
Binarmu terang ronakan kegelapan
Kala siang..
Matahari pun membisu akan birumu..

PENANTIAN

Kulukiskan sebuah tanda di langit agar ia dapat menemukanku
Kutitipkan pada awan sebersit rindu pada sang pujaan
Kuharap..
Ketakutan tak lagi membelenggu hatinya
Mengikat cintanya dalam sebuah penantian tak berujung
Semoga ia tahu bahwa aku kan selalu menantinya

BILA

''Lagu ini untuk seseorang di suatu masaku''




Bila dalam hidupku bertemu denganmu
Takkan ada takdir yang menghalangiku,
Milikimu....
Sayangimu....
Rebahkan lelahmu diatas pundakku..


Bila raga ini tak lagi milikmu,
Takkan ada hati yg mampu gantikanmu
SenyumanMu...
TatapanMu....
Kini bukanlah untukku....
Postingan Lebih Baru