Rabu, 10 Agustus 2011
SEBELAH HATI
Menyambut siang dalam kelamnya
Tawaku hilang ditelan malam
Kucoba ketuk hati sang rembulan
Tapi tak jua kutemukan jawaban
Perasaan ini seakan mengerucut
Awan hitam pun datang berupa kalut
Menutup hati dalam kemelut
Lalu menggumpal dalam rasa takut
Keluhku seakan berhamburan dalam dekapan sepi
Senyumku terasa tiada tergerus erosi diri
Hanya kebisuan yg selalu menemani
Hanya kebekuan yg terlanjur menutupi
Percuma meresapi hadirmu
Jika tiada rasa yg kumengerti
Tiada guna mencumbu bayangmu
Jika yg datang hanya melodi sendu
Tanpa makna sejuta dekapmu
Bila yg terasa hanya segumpal ragu
Ahhhhh.........
Mungkinkah ku mencintai tiada
Karena setiap kali kuumbar sejuta tanya
Hanya sesak yg menyekatnya dalam dada
Apalah arti selaksa rindu ini
Jika yang hadir hanya kabut yang menutupi diri
Rinai hujan yg turun membasahi hati
Terasa indah ketika pelangi datang menimpali
Tapi semua terasa tak cukup
Sebab hati terlanjur digandrungi kemelut
Hati ini perlahan mulai mengerti
Atau mungkin sekadar ingin memahami
Terhadap dirimu yg tak kunjung membuka diri
Kepada hatimu yg tak jua memahami arti
Tidakkah kau mengerti
Bahwa cintaku tak selamanya di sisi
Harusnya kau pahami
Ketika rasamu menutup diri
Aku kan berpindah hati
Kini.......
Aku kan pergi
Mencari kembali untaian melodi
Yang dulu sempat tertanam dalam hati
Tawaku hilang ditelan malam
Kucoba ketuk hati sang rembulan
Tapi tak jua kutemukan jawaban
Perasaan ini seakan mengerucut
Awan hitam pun datang berupa kalut
Menutup hati dalam kemelut
Lalu menggumpal dalam rasa takut
Keluhku seakan berhamburan dalam dekapan sepi
Senyumku terasa tiada tergerus erosi diri
Hanya kebisuan yg selalu menemani
Hanya kebekuan yg terlanjur menutupi
Percuma meresapi hadirmu
Jika tiada rasa yg kumengerti
Tiada guna mencumbu bayangmu
Jika yg datang hanya melodi sendu
Tanpa makna sejuta dekapmu
Bila yg terasa hanya segumpal ragu
Ahhhhh.........
Mungkinkah ku mencintai tiada
Karena setiap kali kuumbar sejuta tanya
Hanya sesak yg menyekatnya dalam dada
Apalah arti selaksa rindu ini
Jika yang hadir hanya kabut yang menutupi diri
Rinai hujan yg turun membasahi hati
Terasa indah ketika pelangi datang menimpali
Tapi semua terasa tak cukup
Sebab hati terlanjur digandrungi kemelut
Hati ini perlahan mulai mengerti
Atau mungkin sekadar ingin memahami
Terhadap dirimu yg tak kunjung membuka diri
Kepada hatimu yg tak jua memahami arti
Tidakkah kau mengerti
Bahwa cintaku tak selamanya di sisi
Harusnya kau pahami
Ketika rasamu menutup diri
Aku kan berpindah hati
Kini.......
Aku kan pergi
Mencari kembali untaian melodi
Yang dulu sempat tertanam dalam hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar